Sakit Ketika Liburan di Luar Negeri

Sakit Ketika Solo Traveling di Luar Negeri? Segera Lakukan 6 Hal Ini
Liburan bersama teman atau keluarga ke luar negeri memang menyenangkan, namun beberapa traveler lebih suka berlibur sendirian. Dengan melancong solo, kamu bebas memilih lokasi wisata yang ingin kamu kunjungi, mengatur jadwal liburan, dan melakukan hal apapun yang kamu suka. Kamu juga punya lebih banyak kesempatan untuk bersosialisasi dengan pelancong solo lain saat liburan, sehingga bisa menambah banyak teman dari berbagai penjuru dunia.
Namun melancong sendirian juga punya risiko, seperti jika kamu jatuh sakit ketika sedang berlibur. Tanpa teman atau keluarga yang bisa membantu, kamu akan dipaksa merawat diri kamu sendiri di negara orang dengan sistem pelayanan kesehatan berbeda dengan yang biasa kita temui di rumah.
Nah supaya liburan solo kamu tetap aman, penulis sudah merangkum beberapa hal yang wajib kamu lakukan ketika jatuh sakit di negeri orang. Simak baik-baik ya!
1. Beristirahat dan jangan paksakan diri
Ketika kamu mulai merasa sakit atau tidak enak badan, hal terbaik yang bisa kamu lakukan adalah segera pulang ke penginapan. Tidak perlu memaksakan diri menyelesaikan semua destinasi di itinerary kamu di hari itu, karena prioritas saat ini adalah beristirahat untuk mencegah penyakit yang muncul tambah parah.
Jika beruntung, gejala sakit ini akan hilang dalam semalam dan kamu masih bisa menyelamatkan liburan kamu yang agak tertunda.
Namun jika kamu tetap memaksakan diri menyelesaikan itinerary, bukan tidak mungkin gejala penyakit kamu malah jadi tambah parah dan kamu pun harus mengakhiri liburan lebih awal.
2. Minum obat pertolongan pertama
Hampir semua buku panduan traveling menyarankan wisatawan untuk membawa kotak P3K--khususnya bagi mereka yang melancong sendirian. Di dalam kotak P3K ini, kamu juga harus membawa beberapa obat-obatan pertolongan pertama seperti ibuprofein, paracetamol, antasida doen (obat anti mag), obat anti diare, dan lain-lain.
Salah satu fungsi obat-obatan ini adalah meringankan gejala awal dari penyakit yang kamu derita selama perjalanan sehingga kamu bisa lebih fokus beristirahat dan memulihkan diri dari penyakit.
3. Beritahu resepsionis hotel, penjaga penginapan, atau teman sekamar
Ketika kamu sakit saat melancong, ada baiknya kamu memberi tahu resepsionis atau penjaga penginapan tentang kondisi kamu. Hal ini dilakukan terutama untuk berjaga-jaga jika kondisimu memburuk dan memerlukan bantuan untuk mencapai fasilitas kesehatan. Beberapa penginapan mungkin cukup berbaik hati mengecek kamar kamu setiap beberapa saat untuk memastikan keadaanmu baik-baik saja.
Jika kamu tinggal di hostel atau shared room, kamu disarankan untuk memberi tahu teman sekamar kamu kalau kamu sakit, khususnya jika penyakit yang kamu derita cukup mudah menular seperti flu.
Kamu juga disarankan meminta maaf atas gangguan suara yang kamu hasilkan ketika batuk atau bersin di malam hari. Jika keadaannya menjadi tambah buruk, mintalah upgrade ke kamar privat agar tidak terlalu mengganggu aktivitas pelancong lainnya.
4. Jika tidak membaik setelah tiga hari, segera pergi ke dokter
Memang menyebalkan rasanya jika harus mencari pertolongan medis saat liburan, apalagi jika kamu berada di negara yang terkenal dengan biaya kesehatannya yang mahal.
Namun jika penyakit yang kamu derita saat traveling tidak kunjung sembuh dalam waktu 3-4 hari, ada baiknya kamu segera pergi ke dokter terdekat. Mintalah bantuan petugas penginapan untuk mencari tahu lokasi pelayanan medis terdekat, atau jika mungkin sekaligus mengantarkan kamu ke sana.
Kamu juga bisa meminta bantuan penjaga penginapan jika membutuhkan bantuan penerjemah seandainya dokter yang kamu kunjungi tidak berbicara bahasa yang dapat kamu pahami.

5. Jangan ragu membatalkan perjalanan
Jika penyakit yang kamu derita ternyata benar-benar parah, satu-satunya jalan yang bisa kamu tempuh adalah membatalkan perjalanan dan segera pulang ke rumah. Ini memang menjadi mimpi buruk setiap traveler, namun dalam kondisi ini kesehatan kamu jauh lebih penting daripada sisa destinasi yang belum dikunjungi di lokasi melancong. Dengan pulang ke rumah, kamu punya keluarga dan teman yang bisa membantu kamu memulihkan diri.
Selain itu untuk beberapa destinasi tertentu, berobat di wilayah asal juga jauh lebih murah dibandingkan di lokasi traveling, khususnya jika kamu sedang melancong ke luar negeri.
6. Selalu gunakan asuransi perjalanan
Bagi beberapa negara tertentu, kamu diwajibkan membeli asuransi traveling untuk mendapatkan visa. Selain mencakup hal-hal terkait perjalanan seperti pembatalan tiket pesawat dan kehilangan bagasi, asuransi ini juga biasanya mencakup biaya kesehatan jika sewaktu-waktu kamu jatuh sakit saat melancong. Hal ini tentunya sangat berguna jika kamu berlibur solo di negara-negara yang terkenal mahal, seperti negara-negara Eropa dan Amerika Serikat.
Dengan asuransi ini, kamu tidak perlu khawatir biaya yang harus dikeluarkan jika sewaktu-waktu kamu harus dirawat di rumah sakit saat liburan.
Nah meskipun negara yang kamu kunjungi tidak mewajibkan asuransi sebagai syarat mendapatkan visa, ada baiknya kamu tetap membeli asuransi. Tidak ada salahnya kan berjaga-jaga, daripada tekor dan terlantung-lantung ketika sakit di negara orang?
Itulah beberapa tips yang bisa kamu lakukan kala sakit saat sedang traveling.
Semoga informasi di atas bermanfaat!

sumber : DPD ITLA Jabar

Bandung Area :

Genta / 081809421526
Rya / 081214819921
Octa / 085659036391

Office : Jalan Purwakarta No. 230B, Bandung
Pool : Jalan Cikutra 201 Komp. Gupuspal, samping GOR C-Tra Arena, Bandung

Jabodetabek Area :
Aldi / 082210333879
Rohmat / 081221006553 

Office & Pool : Jalan Wibawa Mukti II No. 39 Komsen, Jatiasih

No comments:

Post a comment