Transportasi di Belanda 2020

Ke Belanda, Pilih Sewa Kendaraan atau Naik Angkutan Umum?
Soal mahal atau murah adalah persoalan klasik. Tapi sebenarnya, sesuatu menjadi atau terasa mahal harganya, bila kita kebetulan tak punya duit. Tapi kalau giliran punya duit, nggak ada yang mahal (meski belum tentu murah, lho).
Begitu juga soal biaya transportasi di Eropa. Kalau mau agak repot sedikit, di Belanda dan di seluruh atau antar negara Eropa, bepergian dengan kendaraan umum (kereta/bis/tram) relatif nyaman dan murah, dengan jadwal keberangkatan dan ketibaan yang hampir pasti.
Tapi kalau menggunakan kendaraan umum, sebaiknya memang bepergian dengan model backpacker (membawa satu kopor kecil plus rangsel).
Pilihan lain: sewa kendaraan/mobil. Relatif mahal memang, tapi mungkin juga relatif aman dan nyaman. Money talks. Terkait dengan rental mobil ini, orang Belanda punya istilah "Liever duur dan niet te koop" (lebih baik mahal dibanding tidak ada yang jual).
Dan di Belanda, setidaknya ada dua kategori dan mekanisme rental kendaraan (mobil), yang juga berlaku di hampir semua negara Eropa:
Transportasi Umum di Belanda
Pertama, sewa mobil (umumnya jenis van Vito/Viano/V-Class, berpenumpang 7 orang) di Belanda untuk digunakan di Belanda dan ke negara Eropa lainnya, tarifnya 700 euro untuk Vito atau 760 euro untuk jenis V-Class per hari (sudah termasuk jasa supir, BBM, parkir, tol, dan akomodasi supir).
Kedua, sewa mobil (umumnya jenis van Vito/Viano/V-Class, berpenumpang 7 orang) untuk digunakan di Belanda saja, tarifnya sekitar 550 euro untuk Vito dan 610 euro untuk V-Class per hari (sudah termasuk jasa supir, BBM, parkir, tol).
Namun selain tarif sewa dasar tersebut, ada beberapa catatan terkait rental kendaraan yang juga perlu diperhatikan:
Satu, tarif sewa kendaraan tersebut di atas adalah angka rata-rata. Tentu saja segalanya bisa dinego. Tapi tidak akan turun jauh dari angka itu.
Dua, hitungan rental per hari itu berlaku selama 12 jam. Artinya, jika penggunaan mobil lebih dari 12 jam, penyewa/konsumen akan dikenakan charge tambahan sekitar 30 euro per jam. Di sini, jadwal perjalanan harus diatur sedemikian rupa, biar nggak kebobolan oleh charge tambahan.
Tiga, pihak rental umumnya menyewakan kendaraan van dengan penumpang 7 orang termasuk supir, dan tidak merekomendasikan sewa mobil jenis sedan, karena faktor keterbatasan bagasi. Orang Indonesia kan suka bawa kopor besar, dan kalau pulang, kopornya akan beranak bahkan bercucu (nambah kopor belanjaan).
Empat, ketika memesan mobil, pihak rental umumnya akan meminta DP sebesar 30 persen dari total sewa. Dan jika pemesanan dibatalkan 7 hari sebelum penggunaan, maka DP akan anggap hangus.
Lima, pihak rental mobil juga kadang menambahkan biaya asuransi penumpang selama perjalanan (besarannya tergantung berapa hari dan jarak perjalanan).
Enam, kalau melakukan perjalanan berombongan, sebaiknya maksimal 6 atau 7 orang saja. Biar pas dengan jumlah kursi mobil van, yang umumnya lay-out kursinya hanya maksimal 7 orang.
Di Belanda dan negara-negara Eropa lainnya, pihak rental tidak akan mau memuat penumpang melebihi jumlah kursi di mobil. Dendanya cukup besar, soalnya. Artinya kalau rombongan berjumlah 9 atau 10 orang misalnya, ya berarti harus sewa dua mobil.
Tujuh, rental kendaraan di Belanda dan di negara-negara Eropa lainnya, tentu bisa didapat melalui perusahaan rental resmi. Tapi urusan administrasinya lumayan ribet dan juga uang jaminan yang juga relatif mahal.
Delapan, ada juga jaringan rental kendaran yang bersifat perorangan, dikelola secara partikelir misalnya oleh WNI yang sudah lama bermukim di salah satu negara Eropa. Promosi rental partikelir ini dilakukan secara verbal, dari mulut ke mulut.
Mereka mengandalkan pameo yang mengatakan: pelayanan yang baik biasanya akan direkomendasikan oleh konsumen kepada konsumen lainnya. Nah untuk rental partikelir ini, penyewa tinggal duduk manis. Soal administrasi penyewaan kendaraan menjadi urusan pengelola rental partikelir.
Sembilan, ada catatan kecil yang sebenarnya tidak terkait langsung dengan rental mobil, tapi perlu diketahui para pelancong: di hampir semua negara Eropa, bill-boy hanya tersedia di hotel-hotel berbintang lima.
Artinya, kalau menginap di hotel berbintang empat, kita harus siap mengangkut kopor sendiri dari mobil, ke lobi kemudian ke kamar dan/atau sebaliknya. Bahkan di hotel berbintang tiga, kereta/troli barang juga sering tidak ada.

sumber : DPD ITLA Jabar

Bandung Area :

Genta / 081809421526
Rya / 081214819921
Octa / 085659036391

Office : Jalan Purwakarta No. 230B, Bandung
Pool : Jalan Cikutra 201 Komp. Gupuspal, samping GOR C-Tra Arena, Bandung

Jabodetabek Area :
Aldi / 082210333879
Rohmat / 081221006553 

Office & Pool : Jalan Wibawa Mukti II No. 39 Komsen, Jatiasih

No comments

Powered by Blogger.